Jl. Ronggo kusumo Gg. Anggrek No. 65 Sekarjalak
02954590303

PROFIL MADRASAH

SEJARAH MADRASAH RAUDLATUSY SYUBBAN

     Madrasah Raudlatusy Syubban sekitar tahun 1996 dipersiapkan sebagai lembaga tafaqqufiddin ( madrasah diniyyah mahdhoh ) oleh KH. Abdullah Tamam. Sedangkan proses pembelajarannya pada saat itu belum terbentuk klasikal dan dilaksanakan di rumah – rumah penduduk yaitu :

1. Rumah KH. Abdullah Tamam

2. Rumah KH. Syaikhun Fauzan

3. Rumah keluarga dari ayahanda Drs.Arifin ( pegawai pengadilan agama Kab. Blora ) yaitu Ibu Hj. Zubaidah

     Dari semua perjalanan itu Madrasah Raudlatusy Syubban dari yang bersifat akademik maupun non-akademik sebagai tokoh sentral yang sangat akurat dalam menceritakan perjalanan Madrasah ini adalah

1. Bapak Ishom ( Bulumaniskidul ),

2. Bapak Muzammil ( Sekarjalak ),

3. Bapak zaini ( Sekarjalak ), dan

4. bapak H. Abdullah ( Sekarjalak ).

     Madrasah Raudlatusy Syubban ( yang membujur kearah timur kebarat ) berada di atas tanah wakaf oleh Bapak H. Mahmudi (Wakif ) dengan atas nama Ibu Wijiningsih.

     Cikal bakal Madrasah ini, setelah mengalami beberapa kemajuan ( Kualitas ) lalu di pinjami gudang kayu milik Bapak Muzayyin Abdurrayid ( ayahanda Bapak Suhadi Muzayyin ) untuk keberlangsungan proses pembelajaran. Karena kondisi gudang yang sudah tua dan rapuh, pernah pada suatu hari ( hariJum’at ) bangunan gudang tersebut roboh rata dengan tanah, dan untungnya Jum’at adalah hari libur.

Sebagai upaya awal maka dibangunlah Madrasah Raudlatusy Syubban oleh suatu panitia yang terorganisir secara baik dan professional yang di komandani ketika itu adalah Bapak H. Musthofa Sekarjalak.

     Secara Kelembagaan Madrasah Raudlatusy Subban berdiri pada tanggal 15 Februari 1967, di desa Sekarjalak Kec.Margoyoso Kab. Pati Atau berada di tempat yang cukup strategis yaitu di sebelah utara Masjid Al Muhajirin Sekarjalak oleh seorang ulama’ kharismatik dari desa kajen Kec.Margoyoso Kab. Pati yaitu KH Ahmad Durri Nawawi ( Penasuh Pondok Pesantren TPPI Kulon Banon).

     Kehadiran Madrasah Raudlatusy Syubban merupakan bukti respon masyarakat dan Ulama’ terhadap pentingnya kebutuhan pendidik agama dan keagamaan di sampinglebih sebagai jalan ikhtiar pengembangan dari system pendidikan pondok pesantren

     Karena proses pembentukan dan perjalanan kesejarahan dimana antara pondok pesantren dan madrasah adalah hubungan simbiosismutualis yang saling terjadi akan ketergantungan maka Madrasah Raudlatusy syubban selalu bermitra kerja dan berdialok sesame dengan daerah – daerah basis pesantren sehingga terbangun kepercayaan.

    Madrasah Raudlatusy Syubban dalam perkembangannya selalu dinamis dan kreatif melakukan pembaharuan( tajdid ) sesuai dengan tingkat Stratifikasi perkembangan masyarakat dan tentunya selalu berpedoman pada kaidah

      Pada tahun 2002 / 2003 Madrasah Raudlatusy Syubban yang semula sejak berdirinya mengelola pendidikan tingkat diniah Tsanawiyah dan proses pembelajarannya masuk siang hari, maka dengan berdasa kan surat keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama ( pada saat itu, sekarang Kementrian Agama danBudaya KEMENAG ) provinsi Jawa Tengah nomor : Wk./5.a/PP.03.2/4282/2002 tanggal 21 Oktober 2002, dengan Nomor Statistik 312.33.18.16.410 berdirilah Madrasah Raudlatusy Syubban Tingkat Aliyah ( Masuk siang / sore ).

     Pada tahun pembelajaran 2004 / 2005 untuk yang pertama kalimengikuti pelaksanaan Ujian Nasional kelas XII dengan jumlah peserta ( murid ) 18 siswa.

     Akan tetapi karena Madrasah Aliyah ini belum pernah mengikuti Akreditasi sehingga Pelaksanaan Ujian Nasional selalu menggabung di MAN 02 Pati dari tahun 2004 / 2005 sampai dengan tahun 2006 / 2007.

     Data peserta yang mengikuti Ujian Nasional sebagai berikut : tahun 2004 / 2005 jumlah siswa 18 anak, tahun 2005 / 2006 jumlah siswa 20 anak, tahun 2006 / 2007 jumlah siswa 25 anak, tahun 2007 / 2008 jumlah siswa 23 anak, tahun 2008 / 2009 jumlah siswa 29 anak, tahun 2009 / 2010 jumlah siswa 32 anak, tahun 2010 / 2011 jumlah siswa 62 anak, dan sekarang yang paling banyak dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yaitu 70 siswa.

    Madrasah Aliyah Raudlatusy Syubban memasuki tahun 2006 / 2007 adalah pengalaman untuk yang pertama kali mengikuti akriditasi atau penilaian lembaga, dan dinyatakan oleh Pemerintah dengan status Akriditasi C dengan keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama ( pada saat itu, sekarang Kementrian Agama dan Budaya KEMENAG ) provinsiJawa Tengah nomor : Kw.11.4.4/PP.03.2/ 625/ 18.01 / 2006.

      Dengan terbitnya surat keputusan tersebut maka pada tahun 2007 / 2008 sudah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk melaksanakan Ujian Nasional Mandiri artinya pelaksanaan Ujian Nasional di madrasahnya sendiri dengan jumlah peserta 23. Adalah atas pertolongan Tuhan Yang Maha Esa dimana memasuki tahun pembelajaran 2008 / 2009 dibukalah Madrasah Aliyah Raudlatusy Syubban untuk yang pertama kali dengan program masuk pagi dan tentunya mempertahankan program masuk siang.

     Dalam proses penerimaan siswa baru tahun 2008 / 2009 Madrasah Raudlatusy Syubban sudah mulai banyak di minati oleh masyarakat, hal itu di wujudkan dengan semakin bertambahnya siswa yang masuk mendaftar yaitu kelas X Pagi jumlah siswa yang baru 25 anak, kelas X Siang 25 siswa.

Seiring dengan perkembangan saat ini Madrasah Raudlatusy Syubban beralih system pengelolaan dari yang sentralik ke Sistem MBM ( Manajemen Berbasis Masjid ) menjadikan madrasah ini semakin kuat dan Representatif dengan akhlaq yang mulia, maka pada tahun 2009 / 2010 Madrasah Tsanawiyah yang sejak berdiri pada tahun 1967 masuk siang kemudian masuk pagi ( secara total ).

     Madrasah Raudlatusy Syubban meski tetap mempertahankan corak pendidikan tradisional dengan modifikasi kurikulum salaf ( Nahwu, Shorof, Hadits, Tafsir, Ushul, Balaghoh, Mantiq, Qowa’id, dll ). Madrasah Raudlatusy Sybban tetap dinamis, kreatif, dan inofatif dalam menyikapi perubahan yang terjadi. Hal ini terbukti dengan corak dan pola pendidikan modern dengan tetap eksismempertahankan kitab – kitab kuning( Muatan lokal ) sebagai basis keunggulan local, sehingga dengan demikian dapat diharapkan dari proses pendidikan ini mampu menghasilkan generasi “ KHOIRUL UMMAH ”.

     MADRASAH Aliyah Raudlatusy Syubban memasuki tahun 2010 / 2011 dengan tekat meningkatkan layanan dalam berkhidmah kepada masyarakat telah membuka Program IPA untuk MA sebagai respon atas tuntutan dan kebutuhan masyarakat dewasa ini dan patut kita syukuri bersama bahwa untuk tahun anggaran 2010 / 2011 MA Raudlatusy Syubban mendapatkan bantuan berupa Lab. IPA dari Kementrian Agama RI senilai PAGU Rp 150.000.000,- ( seratus lima puluh juta ribu rupiah ) dengan jumlah 149 jenis barang meliputi Lab. IPA, Lab. Fisika, Lab. Kimia.

    Madrasah Aliyah Raudlatusy Syubban sejaktahun 2009 / 2010 telah melakukan upaya dan ikhtiar untuk melakukan Pembagunan Fisik meliputi ruang kelas tahun 2009 / 2010 membangun kerangka bangunan dengan kontruksi lantai 3 ( tiga ) dan pada tahun 2010 / 2011 melanjutkan Pembangunan lantai 2 ( dua ) dan alhamdulillah berhasi latas bantuan masyarakat setempat.

     Tahun ajaran baru 2011 / 2012 merupakan bukti usaha pada tahun sebelumnya yaitu semakin banyaknya murid Yang mendaftarsampai lantai 2 yang belum jadi atau masih setengah jadi sudah di fungsikan sebagai tempat mengajar .Pada tahun ini juga dimana pembukaan pertama program IPA bagi kelas XI yang cukup membuat sekolah bangga akan siswa IPA di dalamnya.

Inilah sekilas sejarah singkat tentang Madrasah Raudlatusy Syubban semoga Raudlatusy Syubban jaya dan jaya bersama kita. Amin

Keterangan sumber informasi :

1. H. Syamsul Hadi Ridlwan (Alm.)

2. Bpk. Ahmad Sulaiman


Margoyoso, 15 januari 2012


Reportase

Sie dek.dok